Demo Dikbud NTB, GPR Soroti Kasus PPDB dan Dugaan Jual Beli Proyek DAK Tahun 2022
✕

🅼🅴🅽🆄 ꋊǝwઽ 𝓞𝓯 𝓣𝓱𝓮 𝓨𝓮𝓪𝓻𝓼

  • REGIONAL
  • TNI-POLRI
  • MILITER
  • NASIONAL
  • HUKRIM
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • POLITIK
  • MANCANEGARA
  • SPORT
  • LIFE STYLE
  • SERBA-SERBI
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • NARKOBA
  • HIBURAN
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • ARTIS
  • SEJARAH
  • FILM
  • SELEBRITI
  • MUSIK
  • RELIGI
  • ZODIAK
  • TEKNOLOGI
  • RAMALAN
  • BISNIS
  • KKN
  • RELATIONSHIP
  • ARTI MIMPI
  • INFRASTRUKTUR
  • MISTERI DUNIA
  • SEREMONIAL
  • SKANDAL
  • PROFIL
  • PERTANIAN
  • NASA
  • FIGUR
  • IPTEK
  • PERTAMBANGAN
  • SOSIAL KEMANUSIAAN
Star News Indonesia
­ıllıllıS͙I͙A͙R͙A͙N͙ L͙A͙N͙G͙S͙U͙N͙G͙ıllıllı
ⒽⓄⓂⒺ › Dikbud NTB › GPR NTB › PENDIDIKAN › Proyek DAK Tahun 2022 › REGIONAL

Demo Dikbud NTB, GPR Soroti Kasus PPDB dan Dugaan Jual Beli Proyek DAK Tahun 2022

Senin, Juli 24, 2023

🄱🄰🄲🄰 🄹🅄🄶🄰 :

Star News INDONESIA, Senin (24 Juli 2023). MATARAM - Gerakan Pemuda dan Rakyat Nusa Tenggara Barat (GPR NTB) melakukan aksi Aksi Demonstrasi di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB), Senin (24/7/2023). 


Aksi tersebut menyoroti terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang tidak transparan dan indikasi ada permainan uang oleh panitia pelaksana. Masa aksi juga menyoal terkait adanya kasus dugaan jual beli Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022 di Dikbud NTB. 


"Kehadiran kami di Dikbud NTB merupakan representasi masyarakat. Kami menilai PPDB tidak transparan dan indikasi ada permainan uang oleh panitia berdasarkan pengakuan beberapa orang tua wali yang menyebut panitia PPDB meminta sejumlah uang agar anaknya bisa sekolah,"ungkap Korlap I, Sukirman dalam orasinya.


Ia memaparkan, terkait PPDB yang tidak transparan dan indikasi ada permainan uang oleh panitia pelaksana  itu, telah melanggar Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan yang menyatakan; bahwa pengelolaan pendidikan ditunjukan untuk menjamin akses masyarakat atas pelayanan pendidikan yang mencukupi, merata dan terjangkau. 


"Kemudian diatur dalam peraturan menteri Republik Indonesia No. 1 tahun 2021 tentang penerimaan peserta didik baru pada taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menegah pertama, sekolah menegah atas dan sekolah menegah kejuruan yang menyatakan PPDB dilaksanakan secara objektif, tranparan dan akuntabel,"jelasnya.


Oleh karena itu, GPR NTB meminta gubernur NTB untuk segera mencopot kadis Dikbud NTB yang dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dan telah merusak dunia pendidikan di NTB. "Kami minta dengan tegas agar gubernur segera copot kadis Dikbud NTB. Kasian nasib generasi bangsa kedepannya, kalau begini model pelayanan pendidikan di NTB,"tegasnya.


Orator lain, Hendra menyebut PPDB diduga kuat telah dipolitisasi oleh oknum kadis Dikbud NTB dengan dugaan meloloskan siswa lain dari zona yang tidak termaksud zonasi sekolah. 


"Anehnya lagi, siswa yang sudah jelas keluar namanya tiba-tiba hilang. Diduga panitia PPDB meloloskan siswa di luar zonasi dengan bukti temuan kami adanya surat sakti dari DPRD yang diduga langsung disetujui oleh Dikbud NTB,"paparnya.


Sementara Korlap II, Sahrul mengatakan, aksi ini untuk mengusut tuntas berbagai macam persolan yang terjadi di Dikbud NTB, baik terkait PPDB maupun adanya indikasi jual beli Proyek DAK Tahun 2022 yang tentunya dapat merugikan negara dan masyarakat NTB. 


"Maka kami dari gerakan pemuda dan rakyat NTB meminta aparat penegak hukum (APH) dan badan pemeriksa keuangan (BPK) RI perwakilan NTB untuk segera mengusut tuntas adanya dugaan permainan jual beli proyek DAK tahun 2022 di Dikbud NTB, meminta Gubernur NTB untuk memanggil dan memproses Kadis Dikbud NTB maupun Kepala Bidang SMK, meminta APH dan BPK untuk segera memanggil dan memeriksa kepala Dinas Dikbud, Kepala Bidang SMK dan SMK,"tegasnya.


Setelah menyampaikan orasi dan membaca pernyataan sikap. Masa Aksi langsung membubarkan diri karena tidak terima tuntutannya ditanggapi oleh perwakilan dari Dikbud NTB, Mereka meminta tuntutannya harus ditanggapi langsung oleh kadis Dikbud NTB. 


Bahkan sebelum meninggalkan Kantor Dikbud NTB, Masa Aksi memberikan ultimatum akan terus melakukan aksi berjilid - Jilid dan melakukan konsolidasi dengan semua orang tua wali. 


Penulis : Suky

Editor : Suky

TAGS :

Tags: Dikbud NTB GPR NTB PENDIDIKAN Proyek DAK Tahun 2022 REGIONAL


𝓕𝓸𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓻𝓫𝓪𝓻𝓾 :




Bagikan ini ke

ⓈⒽⒶⓇⒺ :

Komentar Anda

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

ͲȺƓϚ :

EKONOMI HUKRIM INTERNASIONAL LIFE STYLE MANCANEGARA MILITER NASIONAL PEMERINTAH POLITIK REGIONAL SPORT TNI-POLRI

🅣🅁🅔🄽🅓🄸🅝🄶

+

  • Lebih dari 60 Pengusaha Rental Mobil di Kupang Resmi Bentuk ASPREM NTT
    Puluhan Pengusaha deklarasikan pembentukan ASPREM NTT, sebagai wadah bersama Pengusaha Rental Mobil, Sabtu (03/10/2026). Foto : Dok. Redaksi...
  • Lirik dan Terjemahan Lagu I Remember You - Skidrow
    Star News INDONESIA ,  Sabtu  (05 Desember  2015).  JAKARTA - Berikut adalah lirik dan terjemahan lagu I Remember You dari Band Legendaris S...
  • Inilah Kisah Perjalanan Karir Axl Rose Hingga Pernikahan dengan Sosok Istrinya
    Axl Rose dan Mantan Istrinya Erin Everly   (1990 – 1991) Star News INDONESIA,  Kamis, (18 Juli 2024).  JAKARTA  - Bintang di balik band rock...
  • Advokat Saling Lapor di Kupang, Herry FF Battileo,S.H.,M.H., Ingatkan Jangan Libatkan Media
    Herry FF Battileo, S.H.,M.H., Ketua DPW MOI Provinsi NTT. (Foto : Berto Da Costa/Maria Patricia). Star News INDONESIA,  Sabtu, (05 Oktober 2...
  • Profil Istri Valentino Rossi: Francesca Sofia Novello
    Star News INDONESIA,  Rabu, (14 Agustus 2024).  JAKARTA  - Valentino Rossi, salah satu pembalap motor paling legendaris di dunia, dikenal ti...

KURS BANK INDONESIA (BI)


{{ date }}
{{ time }}
"Waktu adalah kanvas kosong, lukislah dengan karya terbaikmu."
play storeapp storeapp gallery

Link Bawah

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • V𝐈ᗪ𝔼Ⓞ
Copyright ©҉ Star News Indonesia

TerPopuler